Pertanyaan Umum

1.

Program apa saja yang didanai oleh LPDP?

a.

Beasiswa

1)

Beasiswa Magister/ Doktoral (Dalam/ Luar Negeri)

2)

Beasiswa Tesis/ Disertasi (Dalam/Luar Negeri)

3)

Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis (Dalam Negeri)

4)

Beasiswa Presiden Republik Indonesia

5)

Beasiswa Afirmasi

6)

Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI)

b.

Pendanaan Riset

1)

Riset Inovatif dan Produktif Komersial

2)

Riset Inovatif dan Produktif Implementatif

3)

Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional

2.

Siapa saja yang bisa mendaftar Beasiswa LPDP ini? Apakah khusus Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai Kementerian Keuangan saja?

Tidak, program beasiswa ini diperuntukkan bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang berkemampuan akademik & kepemimpinan yang tinggi & lolos proses seleksi.

3.

Pada program Beasiswa Magister/Doktoral/Spesialis kedokteran, komponen apa saja yang didanai oleh LPDP?

a.

Dana Pendidikan (Pendaftaran, SPP, Uang Buku, Penelitian, Seminar Internasional, Publikasi Jurnal, Wisuda).

b.

Dana non Pendidikan (Aplikasi Visa, Hidup Bulanan, Asuransi Kesehatan, Transportasi, Dana Kedatangan, Dana Darurat, Insentif Perguruan Tinggi (20 terbaik tingkat dunia menurut LPDP).

4.

Kapan batas waktu pendaftaran Beasiswa LPDP ini?

Tidak ada batas waktu pendaftaran. Pendaftaran dibuka sepanjang tahun (jadwal seleksi dapat dilihat pada situs resmi LPDP).

5.

Saya sudah pernah menyelesaikan magister/doktoral, bolehkah saya mengambil program magister/doktoral kembali pada program studi tertentu?

Dalam kebijakan LPDP, mereka yang telah menyelesaikan program magister baik didalam maupun diluar negeri tidak diperkenankan mengikuti program beasiswa magister di LPDP.

Begitupun bagi mereka yang telah menyelesaikan program doktoral baik didalam maupun diluar negeri. Kebijakan LPDP tidak memperkenankan mereka mengikuti program beasiswa doktoral LPDP.

6.

Saya belum lulus program sarjana, apakah saya diperbolehkan melakukan pendaftaran beasiswa LPDP?

Kami sarankan Anda fokus menyelesaikan program sarjana Anda terlebih dahulu (sambil mempersiapkan persyaratan beasiswa LPDP). Setelah lulus program sarjana, Anda dapat mendaftar beasiswa LPDP.

7.

Saya mahasiswa yang sedang kuliah magister/doktoral/dokter spesialis, apakah saya boleh mendaftar beasiswa LPDP?

Program Beasiswa Magister, Doktoral, serta Dokter Spesialis dari LPDP tidak diperuntukkan kepada mahasiswa yang sedang menjalani masa studi di Perguruan Tinggi (on going). Namun, Anda diperbolehkan untuk mendaftar Beasiswa Tesis/Disertasi LPDP.

8.

Persyaratan LPDP membatasi umur pendaftar untuk magister/dokter spesialis maksimal 35 tahun dan doktoral maksimal 40 tahun. Bagaimana perhitungannya?

a.

Untuk pelamar beasiswa program magister/dokter spesialis, usia maksimum pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun.

b.

Untuk pelamar beasiswa program doktoral, usia maksimum pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 40 (empat puluh) tahun.

Lebih jelasnya perhitungan persyaratan umur ketika mendaftar di LPDP seperti di bawah ini:

Seseorang yang lahir pada tanggal 18 Desember 1980 ingin mendaftar program magister/dokter spesialis pada tahun 2015. Berdasarkan ketentuan diatas, yang bersangkutan masih dapat mendaftar beasiswa LPDP dikarenakan usianya masih terhitung 35 tahun di tahun pendaftaran.

Pendaftar magister/dokter spesialis yang bisa mendaftar pada tahun 2015 adalah pendaftar dengan tanggal kelahiran tidak kurang dari 1 Januari 1980, sedangkan pendaftar yang lahir sebelum 1 Januari 1980 tidak lagi bisa mendaftar program beasiswa magister atau dokter spesialis dikarenakan tidak memenuhi kriteria usia yang disyaratkan program beasiswa LPDP.

Skema perhitungan umur diatas juga berlaku untuk program beasiswa LPDP lainnya sesuai persyaratan masing-masing program.

9.

Saya ingin mendaftar beasiswa LPDP, namun periode perkuliahan saya berdekatan dengan proses seleksi beasiswa LPDP. Apakah memungkinkan bagi saya untuk mengikuti proses seleksi beasiswa LPDP?

LPDP tidak memperkenankan pendaftar dengan rencana perkuliahan yang berdekatan dengan waktu proses seleksi beasiswa. Jadwal rencana perkuliahan pendaftar dimulai paling cepat 6 (enam) bulan setelah penutupan pendaftaran di setiap periode seleksi.

Contoh: Penutupan pendaftaran beasiswa LPDP tahun 2015 tahap I ditutup pada bulan Januari, sehingga pendaftar yang bisa mendaftar hanya pendaftar yang memiliki rencana perkuliahan paling cepat bulan Juli pada tahun 2015 atau selisih 6 bulan dari penutupan periode tahap I.

10.

Saya pernah gagal dalam proses seleksi administrasi atau seleksi substansi (substansi, leaderless group discussion, dan on the spot essay writing) LPDP pada periode sebelumnya, apakah saya boleh daftar kembali?

Pendaftar yang gagal pada proses seleksi administrasi diperbolehkan mendaftar kembali beasiswa LPDP pada periode berikutnya.

Adapun pendaftar yang tidak lulus seleksi substansi masih memiliki 2 (dua) kali kesempatan kembali melakukan pendaftaran beasiswa atau maksimal 3 (tiga) kali mengikuti seleksi substansi. Apabila kembali gagal pada proses seleksi substansi maka pendaftar tersebut sudah tidak berhak kembali mendaftar beasiswa LPDP. Ketentuan tersebut bersifat akumulasi untuk semua program beasiswa LPDP.

11.

Saya sudah melakukan SUBMIT data pada pendaftaran online, jika ingin merubah tujuan Perguruan Tinggi dan beberapa data, apa yang harus saya lakukan?

Apabila Anda sudah melakukan SUBMIT data maka Anda sudah tidak dapat mengubah data pendaftaran. Kami sarankan jika Anda belum yakin dengan data pendaftaran, sebaiknya Anda cukup menyimpan data Anda terlebih dahulu.

12.

Adakah konsekuensi apabila saya memberikan data atau dokumen yang tidak benar (palsu) saat melakukan pendaftaran?

Pendaftar beasiswa LPDP yang tidak memberikan data, dokumen, dan informasi dengan benar, tidak diperkenankan mengikuti proses seleksi beasiswa dan selanjutnya akan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) pendaftar LPDP.

13.

Saya sudah lulus program sarjana (S1) namun pada saat penutupan pendaftaran di periode seleksi terdekat ini ijasah saya belum keluar, apakah diperbolehkan jika saya mendaftar beasiswa LPDP menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL)?

Jika kondisinya demikian, Anda diperbolehkan menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Perguruan Tinggi Anda. Namun jika Anda lolos ke tahap seleksi substansi maka Anda diwajibkan membawa ijazah asli.

14.

Saya berdomisili di luar negeri namun saya tidak memiliki KTP, apakah diperbolehkan jika saya mendaftar menggunakan paspor?

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Pasal 63 ayat 1 berbunyi: “Penduduk Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap yang telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP.”, oleh karena itu LPDP tetap mewajibkan pendaftar menggunakan KTP untuk melakukan pendaftaran (tidak bisa digantikan dengan paspor).

15.

Apakah dalam 1 periode seleksi saya dapat mendaftar melalui 2 jalur pendaftaran beasiswa LPDP secara bersamaan, misal saya mendaftar program Magister melalui jalur Afirmasi dan jalur BPI Reguler?

Pendaftar beasiswa LPDP tidak diperkenankan mendaftar 2 jalur program beasiswa LPDP dalam 1 waktu periode seleksi secara bersamaan.

16.

Apakah diperbolehkan mendaftar untuk Perguruan Tinggi tujuan kelas karyawan/eksekutif/malam?

Tidak diperbolehkan. Beasiswa LPDP hanya mengakomodir kelas reguler dan tidak mengakomodir kelas-kelas berikut:

a.

Kelas Malam.

b.

Kelas Eksekutif.

c.

Kelas Karyawan.

d.

Kelas Jarak Jauh atau Kelas Online.

e.

Kelas Weekend.

f.

Kelas yang bukan dari Perguruan Tinggi induk.

17.

Saya ingin mendaftar beasiswa LPDP tapi Perguruan Tinggi Dalam Negeri tujuan saya tidak ada pada daftar LPDP sehingga saya tidak dapat memilihnya.

Jika memang Perguruan Tinggi tujuan yang dimaksud tidak ada, silakan mendaftar dengan Perguruan Tinggi tujuan lainnya yang ada pada daftar LPDP. Misalnya, Jika Perguruan Tinggi (A) tidak ada pada daftar LPDP silahkan mendaftar Perguruan Tinggi (B) yang ada pada daftar LPDP.

18.

Saya ingin mendaftar beasiswa LPDP tapi Perguruan Tinggi Luar Negeri tujuan saya tidak ada pada daftar LPDP sehingga saya tidak dapat memilihnya.

LPDP mengharapkan calon penerima beasiswa LPDP untuk belajar di Perguruan Tinggi terbaik. Salah satu upaya LPDP untuk membantu calon penerima beasiswa adalah dengan menyediakan daftar Perguruan Tinggi luar negeri terbaik pilihan LPDP. Tidak menutup kemungkinan bagi calon penerima beasiswa untuk belajar di program studi terbaik pada Perguruan Tinggi diluar daftar LPDP.

Pada saat melakukan pendaftaran administrasi, pendaftar wajib memilih Perguruan Tinggi tujuan yang ada pada daftar LPDP. Kemudian, pengajuan pemilihan Perguruan Tinggi tujuan di luar daftar LPDP dapat dilakukan setelah dinyatakan lulus seleksi substansi beasiswa LPDP dengan skema pengajuan perpindahan Perguruan Tinggi. Beberapa dokumen yang diperlukan adalah:

a.

Letter of Acceptance (LoA)

Unconditional dari Perguruan Tinggi yang dituju.

b.

Dokumen pendukung yang membuktikan program studi tersebut sebagai salah satu dari 50 program studi terbaik dunia.

c.

Surat rekomendasi dari Asosiasi Profesi atau tokoh pada bidangnya mengenai program studi pada Perguruan Tinggi yang dituju.

d.

Surat rekomendasi dari Atase Pendidikan KBRI negara tujuan.

e.

Sertifikat Bahasa Inggris/Asing sesuai dengan persyaratan minimum LPDP.

LPDP kemudian akan memutuskan untuk mengabulkan atau tidaknya pengajuan tersebut.

19.

Saya belum memiliki unconditional LoA (surat atau bukti yang menyatakan sudah di terima di Perguruan Tinggi tanpa syarat), apakah saya boleh mendaftar beasiswa LPDP?

Ada 2 kondisi pendaftar beasiswa LPDP, yaitu

1.

Pendaftar yang telah memiliki unconditional LoA.

Bagi pendaftar yang telah memiliki unconditional LoA maka waktu mulai perkuliahannya paling cepat 6 bulan, terhitung dari penutupan pendaftaran administrasi pada periode tersebut.

2.

Pendaftar yang belum memiliki unconditional LoA.

Bagi pendaftar yang belum memiliki unconditional LoA diperbolehkan mendaftar beasiswa LPDP asalkan sedang dalam proses pendaftaran ke Perguruan Tinggi tujuan, sehingga LPDP mengetahui tujuan belajar dari pendaftar bersangkutan. Jika dinyatakan lulus seleksi substansi LPDP, kemudian LPDP akan memberikan waktu maksimal 1 tahun bagi pendaftar untuk mendapatkan unconditional LoA.

20.

Apa yang dimaksud dengan unconditional LoA dan conditional LoA?

a.

Unconditional LoA adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah Perguruan Tinggi tanpa syarat. Artinya kandidat hanya tinggal melakukan registrasi ulang saja. Informasi yang tercantum dalam unconditional LoA antara lain:

1)

Program studi.

2)

Durasi studi.

3)

Awal perkuliahan (intake).

4)

Dan informasi mengenai langkah berikutnya untuk memulai perkuliahan, seperti registrasi ulang, pembayaran dll.

b.

Conditional LoA adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah Perguruan Tinggi dengan beberapa persyaratan tertentu. Artinya kandidat belum sepenuhnya dinyatakan diterima karena belum memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan, misalnya:

1)

TOEFL/IELTS belum memenuhi skor yang disyaratkan.

2)

Belum menyerahkan tema riset/penelitian.

3)

Belum menyerahkan dokumen untuk persyaratan pendaftaran Perguruan Tinggi, contoh : ijasah, transkrip nilai.

4)

Belum menyerahkan pernyataan sponsorship, dll

21.

Tahapan apa saja yang harus dilalui dalam proses seleksi Beasiswa LPDP?

a.

Tahap Pendaftaran Online

b.

Proses Seleksi Administrasi

c.

Proses Seleksi Substansi (Substansi, On The Spot Essay Writing, dan Leaderless Group Discuccion

d.

Hasil Seleksi Substansi

e.

Program Persiapan Keberangkatan (PK) dan atau Pengayaan Bahasa (PB) bagi penerima beasiswa afirmasi yang berhak.

22.

Pada tahap pendafaran online ada persyaratan Surat Rekomendasi, Surat Ijin Belajar, dan Surat Pernyataan. Dimana saya dapat melihat format surat tersebut?

Anda dapat melihat format surat tersebut pada booklet yang dapat Anda unduh (download) pada halaman sebelum login akun pendaftaran atau pada halaman Beasiswa Pendidikan Indonesia.

23.

Saya adalah Warga Negara Indonesia yang saat ini berdomisili di luar negeri. Jika saya lulus dalam tahap seleksi administrasi LPDP, apakah saya dapat mengikuti tahap seleksi substansi melalui teleconference yang diadakan oleh LPDP?

LPDP tidak mengakomodir seleksi substansi melalui teleconference. Seluruh pendaftar beasiswa LPDP harus mengikuti seleksi substansi langsung di waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh LPDP (tempat sesuai kota pilihan dalam akun pendaftaran LPDP).

24.

Apakah ada syarat khusus terkait institusi yang mengeluarkan skor TOEFL ITP/TOEFL IBT/TOEIC/IELTS yang diakui oleh LPDP?

Tidak ada syarat khusus, selama lembaga yang mengeluarkan sertifikat TOEFL ITP/TOEFL IBT/TOEIC terakreditasi ETS (www.ets.org) dan sertifikat IELTS terakreditasi IELTS (www.ielts.org).

Skor minimal yang memenuhi syarat pendaftaran:

a.

Perguruan Tinggi Tujuan Dalam Negeri: TOEFL ITP = 500 atau TOEFL IBT = 61 atau IELTS = 6.0 atau TOEIC = 600.

b.

Perguruan Tinggi Tujuan Luar Negeri: TOEFL ITP = 550 atau TOEFL IBT = 79 atau IELTS = 6.5 atau TOEIC = 750.

25.

Saya adalah lulusan Perguruan Tinggi luar negeri dimana nilai GPA saya bukan dalam skala 0 – 4. Apakah dalam akun pendaftaran saya perlu mengisi nilai IPK yang telah dikonversi 0 – 4 sesuai standar IPK di Indonesia?

Nilai GPA yang dimasukkan di akun pendaftaran yaitu nilai dengan skala 0 – 4. Jika nilai GPA Anda tidak menggunakan skala tersebut, silakan untuk konversi GPA pada situs berikut: http://www.foreigncredits.com/Resources/GPA-Calculator atau http://www.wes.org/students/igpacalc.asp

26.

Saya tidak lolos seleksi substansi beasiswa LPDP pada periode sebelumnya dan ingin mendaftar kembali. Bagaimana caranya?

Untuk mendaftar kembali, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

a.

Login menggunakan akun pendaftaran Anda.

b.

Pastikan status pendaftaran Anda sudah berupa “Tidak Lolos Seleksi Susbstansi”.

c.

Lengkapi kembali pendaftaran Anda.

d.

Silakan SUBMIT pendaftaran Anda.

Mohon diperhatikan bahwa seorang pendaftar beasiswa LPDP hanya memiliki kesempatan gagal seleksi substansi maksimal 2 kali dan kemudian pendaftar tersebut tidak diperbolehkan mendaftar kembali.

27.

Pada saat mendaftar saya menggunakan KTP yang lama namun sekarang sudah menggunakan KTP yang baru dengan nomor KTP berbeda karena pindah domisili. Bagaimana cara mengganti nomor KTP di berkas pendaftaran?

LPDP mengakomodir permintaan perubahan data berupa nama lengkap dan tempat/tanggal lahir yang pada pengisiannya terdapat kesalahan secara tidak sengaja, ataupun pembaharuan alamat email dan nomor KTP. Mohon mengirimkan email permintaan perubahan data Anda ke cso.lpdp@kemenkeu.go.id dengan memberikan data-data berikut:

a.

Nama Lengkap.

b.

Alamat email lama dan atau alamat email baru.

c.

Nomor KTP lama dan atau nomor KTP baru.

d.

Scanned KTP lama dan atau scanned KTP baru.

28.

Pada saat pendaftaran online, saya tidak berhasil melakukan SUBMIT data namun saya yakin semua data telah saya isi dengan lengkap. Apa yang harus saya lakukan?

Mohon mengirimkan email permasalahan Anda ke cso.lpdp@kemenkeu.go.id dengan memberikan data-data berikut:

a.

Nama lengkap.

b.

Alamat email yang digunakan untuk mendaftar beasiswa LPDP.

c.

Nomor KTP dan scanned KTP.

d.

Kronologi permasalahan.

e.

Screenshot permasalahan.

29.

Mengapa hingga saat ini saya belum menerima email verifikasi akun pendaftaran sehingga saya masih kesulitan untuk login?

Mohon mengirimkan email terkait permasalahan Anda ke cso.lpdp@kemenkeu.go.id dengan memberikan data-data berikut:

a.

Nama lengkap.

b.

Alamat email yang digunakan untuk mendaftar beasiswa LPDP.

c.

Nomor KTP dan scanned KTP.

30.

Saya lupa password akun pendaftaran LPDP kemudian saya klik ‘’dapatkan password baru’’ dan memasukkan nomor KTP saya, namun tidak ada notifikasi password baru yang masuk masuk ke email saya. Apa yang harus saya lakukan agar dapat login kembali? Apakah saya diperbolehkan membuat akun baru?

Mohon mengirimkan email terkait permasalahan Anda ke cso.lpdp@kemenkeu.go.id dengan memberikan data-data berikut:

a.

Nama lengkap.

b.

Alamat email yang digunakan untuk mendaftar beasiswa LPDP.

c.

Nomor KTP dan scanned KTP.

Pendaftar beasiswa LPDP tidak diperkenankan memiliki dua akun. Apabila seorang pendaftar diketahui memiliki 2 akun maka sebagai sanksinya pendaftar tersebut selamanya dilarang untuk mendaftar beasiswa LPDP.

31.

Bila saya memiliki pertanyaan mengenai layanan LPDP, adakah hotline atau contact center yang dapat saya hubungi?

Silakan menghubungi call center LPDP di nomor 1500652, mengirimkan email ke cso.lpdp@kemenkeu.go.id, atau datang ke ruang pelayanan di kantor LPDP.

32.

Saya ingin mendaftar program Magister Luar Negeri, namun IPK saya di bawah persyaratan minimal LPDP (IPK < 3.00 dan IELTS <6.5). Apakah saya masih diperbolehkan mendaftar beasiswa LPDP?

Anda masih diperbolehkan mendaftar beasiswa LPDP dengan ketentuan pada saat pendaftaran admnistrasi, Anda harus sudah melampirkan unconditional LoA yang masih berlaku dari universitas tujuan yang ada pada daftar LPDP. Pada saat pendaftaran online, dokumen transkrip nilai dan sertifikat bahasa yang masih berlaku wajib dilampirkan. Karena, unconditional LoA sifatnya hanya menggugurkan persyaratan nilai minimum IPK dan sertifikat bahasa.

33.

Apakah saya boleh mendaftar beasiswa LPDP dengan menggunakan sertifikat bahasa selain sertifikat TOEFL/ TOEIC/ IELTS?

Hal tersebut diperbolehkan apabila studi yang Anda pilih bahasa pengantarnya bukan Bahasa Inggris. Adapun daftar persyaratan minimal kompetensi bahasa asing selain Bahasa Inggris adalah sebagai berikut: (Lampiran sertifikat bahasa Asing)

34.

Saya menamatkan pendidikan dasar dan menengah di Situbondo. Apakah saya bisa mendaftar beasiswa LPDP Jalur Afirmasi Daerah 3T?

Daerah-daerah tertinggal di Pulau Jawa tidak menjadi prioritas LPDP. Silakan untuk mendaftar beasiswa LPDP melalui jalur selain Afirmasi Daerah 3T/ Pengabdian daerah 3T.

35.

Saya pernah bekerja selama 3 tahun di daerah 3T yaitu Sorong, namun saat ini saya sudah bekerja di Jakarta. Apakah saya diperbolehkan mendaftar beasiswa LPDP Jalur Afirmasi Pengabdian 3T?

Tidak diperbolehkan, karena beasiswa LPDP Jalur Afirmasi Pengabdian 3T diperuntukkan bagi pendaftar yang hingga saat ini masih mengabdi di daerah 3T dengan periode minimal 3 tahun di daerah tersebut. Dan setelah selesai melanjutkan studi juga masih mengabdi di daerah 3T tersebut.

36.

Saya pernah menjuarai olimpiade sains fisika tingkat nasional peringkat III, apakah saya bisa mendaftar beasiswa LPDP Afirmasi Olimpiade Sains, Teknologi, Olahraga, dan Seni/Budaya?

Diperbolehkan. Beasiswa jalur tersebut diperuntukkan bagi WNI yang pernah menjuarai peringkat I, 2, 3 atau setara medali (Emas, Perak atau Perunggu) tingkat nasional maupun internasional.

37.

Saya merupakan alumni penerima beasiswa Bidikmisi dengan nilai IPK 3.49 dan telah memiliki unconditional LoA dari universitas tujuan yang ada di daftar LPDP. Apakah saya bisa mendaftar beasiswa jalur “Afirmasi Bagi Alumni Penerima Bidikmisi/Kelompok Masyarakat Berprestasi dari Keluarga Miskin yang Memiliki IPK minimal 3.5”?

Tidak diperbolehkan, karena untuk jalur “Afirmasi Bagi Alumni Penerima Bidikmisi/Kelompok Masyarakat Berprestasi IPK minimum harus 3.5. Kami sarankan untuk mendaftar beasiswa LPDP selain jalur tersebut.

38.

Saya berencana untuk mendaftar beasiswa LPDP jalur reguler, namun tampilan yang muncul dalam akun pendaftaran saya adalah untuk jalur afirmasi. Bagaimana cara mengubah jenis pendaftaran pada akun pendaftaran saya?

Perubahan jenis pendaftaran dari jalur afirmasi menjadi jalur regular pada akun pendaftaran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1.

Login pada akun pendaftaran Anda.

2.

Klik item “Daftar”, kemudian klik “Batalkan Pendaftaran”.

3.

Klik “Profil”, kemudian klik “Update informasi data diri”.

4.

Kosongkan pilihan “mendaftar beasiswa afirmasi”.

5.

Masukkan kode verifikasi, kemudian klik “Save”. Setelah itu Anda dapat melengkapi data pendaftaran Anda kembali.

39.

Saya tidak lolos seleksi pada Batch I apakah saya masih bisa mendaftar di Batch II pada tahun yang sama?

Pendaftar yang tidak lolos masih diperkenankan untuk mendaftar kembali pada batch selanjutnya dan akan mendapatkan kode registrasi yang berbeda. Mohon untuk di pastikan klik menu SUBMIT data pendaftaran setelah mengisi data pendaftaran dengan lengkap agar dapat mengkuti proses seleksi administrasi.

40.

Saya ingin membuat proposal pengajuan RISPRO, untuk format proposal dapat diperoleh dimana?

Format proposal dapat diunduh pada laman http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/pendanaan-riset/pendaftaran/

41.

Saya ingin mendaftarkan proposal riset saya pada Program RISPRO LPDP, namun lembaga riset dimana kelompok penelitian saya bernaung tidak terdaftar di LPDP. Bagaimana cara mendaftarkan lembaga riset tersebut agar ada dalam daftar LPDP?

Silakan mengirimkan email ke cso.lpdp@kemenkeu.go.id dengan menyebutkan nama lembaga periset yang dimaksud.

42.

Saya sedang melakukan pendaftaran proposal riset saya pada Program RISPRO LPDP, namun ketika menyimpan dan ingin SUBMIT pendaftaran kemudian muncul tampilan “error”. Apa yang harus saya lakukan untuk melanjutkan pendaftaran?

Jika dalam proses pendaftaran terjadi permasalahan tidak berhasil login/save data pendaftaran/upload dokumen pendaftaran/submit pendaftaran/mengalami error, silakan mengirimkan email ke cso.lpdp@kemenkeu.go.id dengan memberikan data-data berikut:

a.

Scanned KTP.

b.

Kronologi permasalahan.

c.

Sceenshot permasalahan.

43.

Untuk RISPRO Implementatif, apakah yang dimaksud dengan studi kelayakan implementatif?

Studi kelayakan yang dilampirkan adalah studi kelayakan penerapan hasil riset yang memuat:

1.

Kajian aspek hukum.

2.

Target penerapan kebijakan/modul.

3.

Dampak sosial, budaya, dan/atau ekonomi.

44.

Untuk jadwal pendaftaran RISPRO seperti apa?

Untuk setiap tahunnya RISPRO dibagi menjadi dua batch sebagai berikut:

Pendaftaran RISPRO dibuka sepanjang tahun

Batch I

: 30 Juni – 31 Januari

Batch II

: 1 Februari – 29 Juni