Alumni LPDP Gelar Workshop Pemasaran Digital Batik di Desa Limbasari

Pada hari Minggu, 18 Maret 2018, para alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang tergabung dalam organisasi Mata Garuda Jawa Tengah (MG Jateng), menggelar pengabdian masyarakat di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Kab. Pubalingga. Kegiatan utama dalam program tersebut adalah workshop pemasaran digital kepada para pengrajin batik tulis Purbalingga.

Meskipun batik telah diakui sebagai secara internasional sebagai Representative List of the Intagible Cultural Heritage of Humanity, namun hanya beberapa kota di Indonesia yang karya batiknya telah dikenal luas. Sebagian lagi masih dalam tahap pembinaan. Batik tulis Purbalingga misalnya, meskipun kualitas batiknya tidak kalah dengan daerah lainnya, tetapi pemarasan masih menjadi salah satu kendala utama. Melaui program ini, MG Jateng bermaksud untuk memberikan wawasan pemasaran yang dibutuhkan oleh para pembatik di Purbalingga. Dalam workshop ini, pembicara dari Gapura Digital memaparkan strategi pemasaran produk secara online agar para peminat yang hendak membeli dapat secara mudah menemukan batik yang mereka jual tanpa perlu modal yang besar guna membangun toko di pusat kota.

Dalam acara yang mengangkat tema Sinergi, Kolaborasi dan Aksi ini, hadir pula Greget Kalla Buana, dari United Nations Development Program (UNDP) yang memberikan pengarahan kepada para pengrajin batik agar tetap mempertahankan identitas produknya dan sekaligus tetap mengikuti zaman serta tren generasi milenial dari segi barang maupun pemasaran.

“Motif batik lawa yang menjadi ciri khas batik tulis bapak dan ibu perlu diperkuat, agar orang mudah kenal. Kalau cara pemasarannya nanti bisa tanya ke anak-anak muda yang datang ke sini (red: MG Jateng). Tagih janjinya, jangan hanya ada sekarang terus tidak dilanjutkan dengan follow up.” pungkasnya.

Acara yang mengundang para pembatik setempat ini juga sekaligus sebagai launching Muda Berprestasi, yang merupakan buah gagasan dari MG Jateng untuk mencerdaskan masyarakat agar tidak tertindas oleh kemajuan zaman serta teknologi

Pada kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Pubalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Beliau memberikan apresiasi yang besar kepada MG Jateng yang mau terjun langsung ke Desa.

“Saya bangga sama anak-anak muda ini, semoga programnya tidak berhenti sampai sini saja, tapi ada dampak positifnya di kemudian hari. Kabupaten Purbalingga jauh dari mana-mana, tapi sebentar lagi akan dibangun bandara di sini. Kita sekarang peringkat  ke-4 di Jawa tengah dari jumlah banyaknya wisatawan. Selain batik kita juga punya memproduksi bulu mata dan knalpot yang sudah dikenal di mancanegara.” Papar Ibu Wabup.

Raeni selaku ketua Mata Garuda Jateng merasa senang dengan antusias warga setempat yang luar biasa. Gadis yang tahun ini akan melanjutkan kuliah S3 nya di Inggris juga mengajak para pemuda setempat untuk ikut serta membangun daerah serta memotivasi mereka agar tidak mengesampingkan pendidikan. Bagi anak mantan tukang becak ini, pendidikan merupakan akar dari kesuksesan bangsa.

Selain itu, acara ini dihadiri pula oleh Camat, Kepala Desa, serta Karang Taruna setempat. Panitia yang hadir merupakan awardee LPDP Jateng yang datang langsung dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang dan sekitarnya. Sebelum acara digelar, para panitia diberikan motivasi dari alumni LPDP yang telah sukses, yaitu Vidya Spaey. Gadis yang aktif membangung desa-desa ini membagikan ilmunya kepada anggota MG Jateng mengenai seni dalam bernegosiasi.

MG Jateng mengangkat tagline, Connect, Empower, Impact. Sebagai organisasi yang baru dirintis, acara ini menjadi wujud semangat kepedulian yang besar dari MG Jateng untuk Tanah Air.