Tekad Ichsan Berkontribusi Mengamankan Masa Depan Spesies Hiu di Indonesia #AwardeeStory

Ketertarikan pertama Muhammad Ichsan dimulai saat meneliti pari manta di Taman Nasional Komodo sebagai tugas akhir, hal ini kemudian membawa Ichsan aktif sebagai pemandu selam dan peneliti ekologi hiu Morotai Maluku Utara tidak lama setelah lulus. Ichsan menyadari bahwa penanganan hiu dan pari terdapat tantangan yang kompleks, aktivitasnya terkait hiu dan pari pun semakin intensif dari tahun ke tahun. Setelah menyelesaikan studi mengenai Biologi Konservasi di University of Queensland melalui beasiswa LPDP. Ichsan aktif sebagai “Shark and Ray Officer” di Wildlife Conservation Society (WCS) sebuah organisasi lingkungan internasional yang mendukung pemerintah Indonesia untuk menerapkan manajemen yang lebih baik untuk spesies hiu dan pari di Indonesia.

Bersama pemerintah Indonesia serta WCS, Ichsan turut berperan membangun sistem keterlacakan spesies laut dan membantu dalam mewujudkan suaka hiu di dua provinsi di Indonesia dan kebijakan penetapan kuota perdagangan untuk salah satu jenis hiu.

Pada awal 2019, Ichsan tepilih sebagai “ZSL (Zoological Society of London) EDGE Fellow” untuk salah program konservasi hiu. Dalam proyek ini, Ichsan meneliti karakteristik perikanan hiu tikus di Provinsi Aceh, Indonesia. Baru-baru ini Ichsan juga bergabung dengan proyek pengembangan intenasional untuk perikanan skala kecil berkelanjutan yang juga bersinggungan dengan perlindungan spesies-spesies laut yang dilindungi, termasuk hiu dan pari.

Profil Penerima Beasiswa LPDP
Muhammad Ichsan
Master of Conservation Biology
University of Queensland



Leave a Reply