Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis

Ketentuan Umum

  1. Dokter adalah dokter atau dokter layanan primer lulusan pendidikan dokter baik di dalam maupun di luar negeri, yang diakui oleh pemerintah.
  2. Program Pendidikan Dokter Spesialis, yang selanjutnya disingkat PPDS, adalah program pascasarjana kedokteran yang merupakan tahap lanjutan dari program pendidikan dokter umum, di dalam pendidikan tersebut peserta didik memperoleh pembelajaran di bawah supervisi agar dapat meningkatkan kompetensi sehingga dapat melaksanakan praktek kedokteran dalam bidang spesialis tertentu secara mandiri dengan baik.
  3. Dokter Spesialis adalah dokter yang telah menyelesaikan PPDS.
  4. Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis, yang selanjutnya  disingkat BPIDS adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP yang diberikan khusus untuk PPDS setingkat program magister.
  5. Perguruan Tinggi Tujuan BPIDS adalah Perguruan Tinggi Dalam Negeri yang ditetapkan oleh LPDP.
  6. Calon Penerima Beasiswa adalah pendaftar beasiswa yang ditetapkan lulus seleksi BPI LPDP berdasarkan Keputusan Direktur Utama LPDP.
  7. Penerima Beasiswa adalah Calon Penerima Beasiswa yang telah menandatangani Surat Pernyataan Penerima Beasiswa dan ditetapkan sebagai Penerima BPI LPDP berdasarkan Keputusan Direktur Utama LPDP.
  8. Letter of Acceptance Unconditional, yang selanjutnya disebut LoA Unconditional adalah surat resmi dari perguruan tinggi yang menyatakan bahwa seseorang telah diterima sebagai mahasiswa pada suatu program studi dari sebuah perguruan tinggi.
  9. Wajib Kerja Dokter Spesialis, selanjutnya disingkat WKDS, adalah penempatan dokter spesialis di rumah sakit milik pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

 

Tujuan

Program BPIDS bertujuan untuk memberikan beasiswa kepada masyarakat Indonesia yang berkualifikasi menempuh PPDS di perguruan tinggi yang ditetapkan oleh LPDP guna mendukung ketersediaan sumber daya manusia dokter spesialis di Indonesia.

 

Sasaran

Sasaran program BPIDS adalah Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai dokter dan lulus seleksi beasiswa LPDP.

 

Bidang Spesialis Kedokteran

  1. Bidang spesialis kedokteran BPIDS diprioritaskan pada delapan bidang spesialis kedokteran sebagai berikut:
    1. Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi);
    2. Spesialis Anak;
    3. Spesialis Penyakit Dalam;
    4. Spesialis Bedah;
    5. Spesialis Anastesiologi;
    6. Spesialis Radiologi;
    7. Patologi Klinik; dan
    8. Rehabilitasi Medik.
  2. Jika diperlukan, BPIDS dapat diperuntukkan pada bidang spesialis kedokteran lainnya.
  3. Jumlah kebutuhan bidang spesialis kedokteran ditentukan berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan terkait kebutuhan dokter spesialis.

 

Masa Studi

  1. Penerima BPIDS harus menyelesaikan studi sesuai dengan masa studi yang tertera dalam LoA Unconditional.
  2. Masa studi maksimal setiap program studi diatur lebih lanjut pada lampiran.

 

Persyaratan

  1. Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai dokter;
  2. Telah menyelesaikan studi program sarjana kedokteran pada:
    1. Perguruan tinggi dalam negeri yang telah terdaftar di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), atau
    2. Perguruan tinggi luar negeri yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia;
  3. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI);
  4. Menyerahkan surat rekomendasi dari rumah sakit milik pemerintah atau pemerintah daerah yang diprioritaskan di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan, yang menyatakan bahwa setelah lulus pendidikan dokter spesialis akan didayagunakan di rumah sakit pemberi rekomendasi;
  5. Bersedia mengikuti program Wajib Kerja Dokter Spesialis sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  6. Memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Umum Pemerintah dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba;
  7. Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
  8. Memiliki dan memilih bidang keilmuan bidang dokter spesialis yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
  9. Memilih program studi bidang dokter spesialis dan Perguruan Tinggi Tujuan BPIDS;
  10. Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana terlampir yang menyatakan bahwa pendaftar:
    1. Bersedia mengikuti program Wajib Kerja Dokter Spesialis setelah selesai studi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan;
    2. Tidak sedang menerima atau akan menerima beasiswa dari sumber lain;
    3. Tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
    4. Tidak pernah atau akan terlibat dalam tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
    5. Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
    6. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
    7. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai dokumen asli serta bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku apabila dokumen tersebut tidak sah; dan
    8. Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
  11. Apabila terdapat pemalsuan data atau dokumen maka pendaftar diberhentikan sebagai pendaftar, tidak berhak mendaftar lagi di LPDP, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku, dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP;
  12. Menulis Statement of Purpose yang menjelaskan rencana kontribusi yang telah, sedang dan akan dlakukan untuk masyarakat, lembaga, instansi, profesi, atau komunitas dengan panjang 1.000 kata;
  13. Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan dan tidak berlaku bagi mereka yang telah menyelesaikan program magister baik dalam maupun luar negeri;
  14. Usia maksimum pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun;
  15. Pendaftar wajib memiliki rata-rata IPK 3,0 pada skala 4 untuk gabungan IPK sarjana dan profesi dokter;
  16. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa inggris yang diterbitkan oleh ETS (ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku dengan skor minmal: TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT® 61, IELTS™ 6,0, atau TOEIC® 600.
  17. Ketentuan tersebut dikecualikan bagi Pendaftar yang menyelesaikan pendidikan tinggi dari luar negeri yang menggunakan bahasa pengantar akademik bahasa Inggris dengan syarat melampirkan ijazah yang masih berlaku 2 (dua) tahun sejak diterbitkan;
  18. Menulis rencana studi dan proposal bidang dokter spesialis yang akan diambil; dan
  19. Tidak sedang menempuh program dokter spesialis atau magister (on going).

 

LoA Unconditional

  1. Pendaftar tidak harus memiliki LoA Unconditional saat mendaftar beasiswa LPDP.
  2. Pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa asing sesuai yang dipersyaratkan.
  3. Pendaftar yang ditetapkan sebagai Calon Penerima Beasiswa, namun belum memiliki Loa Unconditional maka harus mendapatkan LoA Unconditional selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah dikeluarkannya Keputusan Direktur Utama LPDP tentang penetapan hasil seleksi substansi Calon Penerima Beasiswa.
  4. Bagi Calon Penerima beasiswa yang belum memiliki LoA Unconditional sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh LPDP dapat diberikan perpanjangan maksimal 6 (enam) bulan.
  5. Jika sampai pada batas waktu perpanjangan belum mendapatkan LoA Unconditional maka diberhentikan sebagai Calon Penerima Beasiswa.
  6. Calon Penerima Beasiswa yang diputus sebagaimana tercantum dalam poin 5 (lima) memiliki kesempatan mendaftar ulang sebanyak 1 (satu) kali dengan syarat wajib memiliki LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi yang terdaftar di dalam daftar LPDP.

 

Pendaftaran

  1. Pendaftaran dan seleksi beasiswa dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan LPDP.
  2. Jadwal pelaksanaan seleksi ditetapkan melalui Keputusan Direktur Utama mengenai jadwal pelaksanaan seleksi.
  3. Pendaftar mengisi formulir pendaftaran secara online pada laman resmi LPDP.
  4. Pendaftar melengkapi dan mengunggah semua dokumen persyaratan dan/atau dokumen pendukung yang relevan pada laman resmi LPDP.

 

Seleksi

Proses seleksi BPIDS terdiri dari:

  1. Seleksi Administrasi;
  2. Seleksi Berbasis Komputer;
  3. Seleksi Substansi; dan
  4. Penetapan Kelulusan.

 

Seleksi Administrasi

  1. Seleksi Administrasi dilakukan dengan memeriksa kelengkapan dokumen dan persyaratan lainnya.
  2. Pemeriksaan kelengkapan dokumen dan persyaratan lainnya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
    1. Tim penyeleksi administrasi melakukan verifikasi dan validasi terhadap kelengkapan dan kecocokan berkas pendaftaran berdasarkan persyaratan yang ditetapkan;
    2. Pendaftar yang dokumennya tidak memenuhi persyaratan dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi;
    3. Pendaftar yang dokumennya telah memenuhi persyaratan dinyatakan lulus administrasi dan berhak mengikuti proses Seleksi Berbasis Komputer;
    4. Pendaftar yang lulus seleksi administrasi akan ditetapkan melalui Keputusan Direktur Utama LPDP;
    5. Informasi pendaftar yang lulus atau tidak lulus seleksi administrasi disampaikan melalui akun pendaftaran online masing-masing pendaftar;
    6. Pendaftar yang belum memenuhi syarat administrasi pada pendaftaran online diperbolehkan mendaftar kembali; dan
    7. Pendaftar yang telah lulus seleksi administrasi ditetapkan peserta Seleksi Berbasis Komputer.

 

Seleksi Berbasis Komputer

  1. Seleksi Berbasis Komputer meliputi :
    1. Tes Potensi Akademik;
    2. Soft Kompetensi; dan
    3. On the spot essay writing.
  2. Pengambilan keputusan peserta yang dinyatakan lulus pada Seleksi Berbasis Komputer berdasarkan hasil nilai Tes Potensi Akademik.
  3. Peserta Seleksi Berbasis Komputer yang tidak lulus dapat mendaftar kembali seleksi BPIDS di periode berikutnya.
  4. Peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Berbasis Komputer berhak mengikuti Seleksi Substansi.

 

Seleksi Substansi

  1. Seleksi Substansi terdiri atas:
    1. Verifikasi dokumen asli pendaftaran;
    2. Leaderless Grup Discussion (LGD); dan
    3. Wawancara
  2. Peserta wajib menyiapkan dokumen asli pendaftaran untuk dilakukan verifikasi oleh oleh tim verifikator.
  3. Peserta wajib mengikuti verifikasi dokumen sebelum mengikuti wawancara.
  4. Peserta dapat mengikuti seleksi menulis esai dan LGD sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh LPDP.
  5. Peserta tidak dapat mengikuti seleksi wawancara, apabila dokumen yang diserahkan:
    1. tidak sesuai dengan persyaratan LPDP;
    2. tidak lengkap dengan persyaratan LPDP; dan/atau
    3. terdapat unsur pemalsuan dokumen.
  6. Peserta yang melalukan pemalsuan data atau dokumen akan dimasukan dalam daftar hitam (blacklist) pendaftar LPDP.
  7. Peserta mengikuti seleksi substansi berdasarkan lokasi yang dipilih saat pendaftaran.
  8. Seleksi substansi dilaksanakan oleh Tim Penyeleksi Beasiswa yang telah ditetapkan oleh LPDP.
  9. Hasil seleksi substansi dilaporkan kepada tim LPDP melalui rapat pleno Tim Penyeleksi Beasiswa.
  10. Hasil rapat pleno berupa daftar peserta yang direkomendasikan dan yang tidak direkomendasikan digunakan sebagai bahan pertimbangan pada rapat pleno penentuan kelulusan seleksi.

 

Penetapan Kelulusan 

  1. Penetapan kelulusan bersifat final, mutlak, rahasia dan tidak dapat diganggu gugat.
  2. Hasil penetapan kelulusan seleksi BPIDS disampaikan kepada Calon Penerima Beasiswa melalui akun pendaftaran daring (online) masing-masing, email dan/atau media elektronik lainnya.
  3. Peserta yang tidak lulus seleksi substansi dapat mendaftar kembali seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia pada periode selanjutnya.
  4. Ketentuan lebih lanjut mengenai Calon Penerima Beasiswa diatur melalui Peraturan Direktur Utama mengenai pedoman pelaksanaan studi.
  5. LPDP berwenang menetapkan kebijakan tentang waktu mulai studi yang diumumkan melalui website resmi LPDP.

 

Ketentuan Pendayagunaan Lulusan BPIDS

  1. Dokter spesialis Lulusan BPIDS yang masuk ke dalam program wajib kerja dokter spesialis (WKDS), maka dokter spesialis tersebut diwajibkan mengikuti program WKDS.
  2. Dokter spesialis lulusan BPIDS di luar program WKDS akan didayagunakan di rumah sakit pemberi rekomendasi, atau rumah sakit lain sesuai rekomendasi dari Kementerian Kesehatan.
  3. LPDP melaporkan data kelulusan dokter spesialis lulusan BPIDS kepada Kementerian Kesehatan c.q. Badan PPSDM Kesehatan secara berkala.