Dinamika Transmisi dan Epidemiologi Molekuler Arbovirus di Indonesia, Sinergi Eijkman dan Cambridge University.

Melacak dan mengidentifikasi wabah baru penyakit menular adalah hal yang penting dalam pencegahan dan penanganan suatu penyakit. Perubahan iklim diketahui berkontribusi pada jenis penyakit menular baru dan perluasan penyakit tropis ke daerah dengan iklim dingin termasuk daratan Eropa. Peneliti dari Lembaga Eijkman dan Universitas Cambridge Inggris berkolaborasi untuk menggunakan alat sekuensing/pengurutan DNA portable yang disebut MinION, yang dikembangkan oleh Oxford Nanopore Technologies (ONT), untuk mengidentifikasi dan mengurutkan genom dari ratusan isolat virus dengue dan virus chikungunya di Indonesia.

Dibandingkan dengan metode sekuensing konvensional yang memakan waktu, membutuhkan sampel yang diawetkan dengan baik dan peralatan mahal, MinION adalah alat yang sederhana, cepat dan murah, membuatnya dapat diakses oleh mereka yang bekerja di negara berpenghasilan rendah hingga menengah dan cocok untuk digunakan secara cepat di lapangan saat terjadi wabah besar. Data yang dikumpulkan oleh tim akan sangat penting untuk memantau penyebaran penyakit dan memberikan panduan tentang pilihan vaksin potensial. Metode ini telah berhasil digunakan di Lembaga Eijkman di Jakarta dan staf peneliti telah mendapatkan pelatihan yang memungkinkan lembaga untuk melakukan studi sequencing di lapangan. Kolaborasi penelitian ini juga mendukung kapasitas Lembaga Eijkman dalam melakukan penelitian genom untuk meningkatkan pemahaman kita tentang pathogen penyakit yang berguna bagi kesehatan manusia.

#risproLPDP #Diriuntuknegeri

Judul : Dinamika Transmisi dan Epidemiologi Molekuler Arbovirus di Indonesia

Ketua Periset: R. Tedjo Sasmono, Ph.D.

Institusi: Lembaga Eijkman University of Cambridge – DIPI



Leave a Reply