Konsorsium Inggris-indonesia untuk Mengidentifikasi Biomarker Prediktif Keparahan Penyakit Dengue

Dengue adalah penyakit ditularkam melalui nyamuk telah meningkat secara dramatis di Indonesia dari 0,05 / 100.000 individu pada tahun 1968 menjadi ~ 35-40 / 100.000 pada tahun 2013. Infeksi DENV menyebabkan spektrum penyakit klinis, mulai dari demam berdarah (DD), sindrom demam berdarah dengue yang lebih berat dan berpotensi fatal. Ciri khas dengue berat adalah peningkatan permeabilitas pembuluh darah yang dapat menyebabkan syok tetapi juga dapat didefinisikan oleh perdarahan berat atau kerusakan organ berat. Hingga saat ini, patogenesis DBD belum diketahui dengan jelas. Kurangnya tes diagnostik untuk memprediksi infeksi dengue menjadi berat dengan komplikasi perdarahan dan kebocoran plasma, hal ini menyebabkan pasien dan penyedia layanan kesehatan untuk rawat inap di rumah sakit untuk “tujuan keamanan”.

Tujuan umum dari kolaborasi penelitian internasional ini adalah untuk menemukan Biomarker sebagai predictor keparahan penyakit DENV. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk melihat hubungan keparahan penyakit dengan: (i) Keragaman genetik DENV atau faktor co-morbiditas lainnya (misalnya koinfeksi) menggunakan analisis metagenomik, (ii) Host transcriptomic dan perubahan proteomik , (iii) Perubahan fungsi trombosit dan sel endotelial. Pendekatan terintegrasi akan memungkinkan untuk mengidentifikasi biomarker sebagai penanda keparahan penyakit DENV. Pendekatan kami juga akan menilai apakah arbovirus lain seperti CHIKV dan ZIKV mungkin telah salah didiagnosis sebagai infeksi dengue juga berperan dalam keparahan penyakit DENV.

#risproLPDP #Diriuntuknegeri

Judul : UK-Indonesian Consortium to Identify Biomarkers Predictive of Dengue Disease Severity

Ketua Periset: Beti Ernawati Dewi, S.Si., Ph.D.

Institusi: Universitas Indonesia – University of Bristol – DIPI



Leave a Reply