Kontribusi Nyata Awardee LPDP Menjernihkan Air di Asmat

Pada hari Minggu, tanggal 24 juni 2018, sekelompok awardee LPDP program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) dari Universitas Gadjah Mada berhasil memasang alat penjernih air di Asmat, Papua. Alat ini merupakan hasil karya awardee LPDP – BUDI untuk turut berkontribusi nyata memenuhi kebutuhan air bersih yang dibutuhkan oleh warga Asmat.

Menurut Nurul Chamidah, mahasiswa S3 penyuluhan dan komunikasi pembangunan UGM selaku ketua tim, awardee yang terlibat dalam proyek ini berasal dari mahasiswa S3 seluruh disiplin keilmuan. Seluruh dana untuk pembuatan prototipe hingga proses FGD berasal dari kantong para awardee.”

Sebagai kreator alat, Jackson Morin, mahasiswa S3 jurusan kimia, memaparkan bahwa alat penjernih air ini dibuat secara sederhana dengan menggunakan metode gravitasi dan sumber daya alam lokal. Dengan alat tersebut, tingkat kejernihan air, terutama air rawa dan sungai sudah menjadi jauh lebih baik. Hasil air filterisasi ini digunakan warga untuk mencuci dan mandi.

Pemerintah Kabupaten Asmat menyambut baik kesuksesan pemasangan alat ini dan meminta agar alat tersebut diproduksi lebih banyak untuk kebutuhan warga. Memenuhi permintaan ini, para awardee mengirim tambahan alat sebanyak 20 set dan akan segera tiba di Asmat pada akhir bulan Juli ini. Alat tersebut akan disebarkan ke tujuh distrik di Asmat.

Setelah seluruh alat penjernih berhasil dipasang, fokus para awardee adalah mempersiapkan SDM lokal untuk maintenance alat demi keberlangsungan kebermanfaatan proyek dalam jangka panjang.



Leave a Reply

seventeen − fifteen =