Profil Alumni

Adamas Belva Syah Devara

“Diri untuk negeri” kalimat tersebut tampaknya sangat sesuai untuk menggambarkan sosok alumni program Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP Adamas Belva Syah Devara. Sosok alumni inspiratif yang mengabdikan dirinya bagi bangsa Indonesia melalui berbagai karya. Belva sapaan akrabnya meraih gelar sarjana Bisnis dan Ilmu Komputer di Nanyang Technological University Singapura dengan beasiswa penuh dari pemerintah Singapura dan menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Universitas Harvard dengan mengambil program studi Master of Public Administration dan Master of Business Administration di Universitas Stanford melalui beasiswa LPDP. Ia merupakan CEO dan Co-Founder dari Ruangguru yang merupakan startup teknologi terbesar di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan. Saat ini Ruangguru telah memiliki 15 juta pengguna serta mengelola 300.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran. Berkat kerja kerasnya untuk mengelola Ruangguru ia berhasil memperoleh beberapa penghargaan diantaranya Forbes 30 under 30 di tahun 2017, ASEAN 40 under 40 di tahun 2018, 40 under 40 di tahun 2018 dari Prestige Magazine, Startup CEO of the Year 2019 oleh MetroTV, EY Emerging Entrepreneur of the Year 2019, Most Admired CEO 2019 oleh Warta Ekonomi, dan MarkPlus Marketer of the Year di tahun 2019. Sebelum mendirikan startup Ruangguru, ia bekerja sebagai konsultan di McKinsey & Company dan berhasil meraih “Client First Award 2012”. Selama bekerja di McKinsey, Belva fokus pada transformasi sistem pendidikan dan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Belva kerap kali bekerja sama dengan beberapa pemerintah di Asia Tenggara, NGO internasional, dan juga beberapa komunitas.

Kontribusinya untuk memajukan Indonesia tidak berhenti sampai disitu saja, pada tanggal 21 November 2019 Belva diperkenalkan secara resmi sebagai salah satu staf khusus presiden untuk bidang inovasi dan bertugas untuk memberikan saran tentang topik-topik yang berkaitan dengan bidang inovasi. Dia juga ditunjuk oleh Presiden Indonesia, untuk menjadi anggota Dewan Pembina UIII, universitas negeri kelas dunia baru di Indonesia yang rencananya akan dibuka pada tahun 2020.

Pria kelahiran 30 Mei 1990 ini dikenal aktif terlibat di beberapa kegiatan organisasi sosial diantaranya adalah kegiatan tentang sistem belajar digital yang bekerja sama dengan 18 pemerintah provinsi dan lebih dari 200 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia, bekerjasama dengan Kemendesa dan DFAT untuk berusaha menghubungkan 75.000 desa dengan trainer, dan juga bergabung dalam perhimpunan seluruh mahasiswa Asia di Stanford University sebagai Co-President, selain itu Belva juga menjadi inisiator dalam komunitas EdTech Indonesia. Berbagai prestasi pernah ia raih baik semasa kuliah maupun setelah menjadi alumni. Beberapa prestasi yang berhasil ia peroleh adalah:

  1. 40 under 40, The Vanguards

Sebagai salah satu dari 40 pelopor yang berpengaruh di Indonesia versi Majalah Prestige

  1. ASEAN 40 under 40

Diakui sebagai salah satu dari 40 pemimpin berpengaruh di usia di bawah 40 tahun di ASEAN.

  1. Forbes 30 under 30 2017
  2. Atlassian Foundation MIT SOLVE Grantee

Memenangkan hibah MIT SOLVE 2017 dari Atlassian Foundation yang bersaing dengan lebih dari 100 organisasi yang mendaftar secara global. Penghargaan ini diberikan oleh Yang Mulia Ratu Rania, HE Julie Bishop, dan Presiden MIT di Majelis Umum PBB di New York City.

  1. Australian DFAT MIT SOLVE Grantee
  2. GSMA Innovation Fund Grantee
  3. Promising Southeast Asian Entrepreneurs under 30 2016
  4. Social Enterprise of the Year 2016
  5. Bubu Awards 2015
  6. Client First Award 2012
  7. Accenture Gold Medal 2011
  8. Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal 2011
  9. Lee Kuan Yew Gold Medal 2011
  10. Bhagaskara Adi Tanggap Medal 2007
  11. SOLVER of MIT at MIT SOLVE 2017
  12. UNICEF Innovation to Watch
  13. Young Leader for Indonesia 2011