Peningkatan Produktifitas Pelabuhan melalui Teknologi Radar Maritim X-band #RisproStory

Mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, pemerintah terus bekerja keras untuk membangun pelabuhan baru baik untuk keperluan transportasi penumpang, perikanan, maupun perdagangan. Namun, kondisi jalur keluar-masuk pelabuhan harus dijaga dengan sebaik mungkin agar pelabuhan terus efektif mendukung konektivitas kegiatan maritim.

Salah satu periset LPDP, Dr. Andreas Parama Wijaya, mengusung sebuah riset inovatif menggunakan radar maritim X-band yang mampu mengukur kedalaman dasar laut mendekati real-time dan dengan biaya yang relatif rendah. Keunggulan tersebut dapat daigunakan untuk memonitor laju pendangkalan pelabuhan serta memastikan kedalaman minimum pelabuhan terjaga. Situasi ini penting untuk mencegah kerusakan kapal serta meningkatkan efektifitas pelabuhan. Tidak hanya pada pelabuhan, proses pendangkalan juga dialami pada bangunan/anjungan yang tidak jauh dari daerah pantai. Proses sedimentasi sungai menyebabkan dasar laut di sekitar anjungan mengalami pendangkalan. Akibatnya, kapal tidak dapat beroperasi pada saat air laut surut. Selain itu, perubahan dasar laut juga menyebabkan masalah terhadap pipa-pipa yang tertanam di dasar laut. Pengamatan berkala dasar laut perlu dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan/kerusakan aset akibat perubahaan kedalaman dasar laut. Kemampuan radar yang dapat mengamati area yang luas menyebabkan penggunaannya akan lebih efisien dan lebih murah dibandingkan metode echosounder yang memerlukan waktu yang lama dan mahal.

Penelitian tersebut memiliki tujuan enghasilkan sistem teknologi kemaritiman berupa perangkat lunak yang mengolah keluaran radar sehingga dapat memberikan informasi mengenai peta kedalaman dasar laut. Penelitian dilakukan di pesisir dan pelabuhan, antara lain pantai Pangandaran, pelabuhan Cilacap dan Merak, dan delta sungai Bengawan Solo. Penggunaan radar untuk pengamatan dinamika gelombang dan dasar laut masih terbatas secara global dan belum pernah dilakukan di Indonesia. Teknologi ini akan memegang peranan
penting mengingat sistem autonomous merupakan masa depan untuk industri maritim.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sudah seharusnya mampu menghasilkan teknologi kemaritiman secara mandiri dan tidak tertinggal dari negara-negara lain. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi salah satu teknologi unggulan yang mendukung Indonesia menjadi negara yang maju dan berdaya saing.



Leave a Reply