Semangat Agus Membantu Penyediaan Air Bersih Demi Kehidupan Layak Masyarakat Gunungkidul

Penyediaan air bersih dunia, termasuk di Indonesia, merupakan permasalahan klasik namun belum selesai sampai sekarang. Keterbatasan air bersih terjadi di sejumlah daerah, termasuk di DIY terutama Kabupaten Gunungkidul masalah menjadi lebih berat karena kondisi geomorfologi dan geologi, kesadaran penduduk, musim dan kondisi geografi termasuk kondisi curah hujan. Sementara itu, jumlah pasokan air bersih dari perusahaan air minum tergolong terbatas.

 

Agus Suyanto, penerima beasiswa LPDP program studi S3 Ilmu lingkungan UGM dan pengajar di Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), membantu masyarakat Gunungkidul dalam penyediaan air bersih. Agus melakukan pendampingan kepada masyarakat mulai dari perencanaan, survei awal, desain solusi, diskusi dengan pemerintah, hingga pendampingan pelaksanaan kegiatan. Dalam membantu masyarakat mendapat kehidupan yang lebih layak serta mendukung SDGS, Agus pun menggandeng perguruan tinggi, pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan penyediaan air bersih.

 

Kegiatan ini didukung oleh Bappeda Gunungkidul dan mendapat dukungan dari Nanyang Technological University (NTU) Singapore berupa penyediaan air bersih di Telaga Nangsri di Kecamatan Semanu dengan jumlah masyarakat terdampak sekitar 200 KK, Kegiatan Save Telaga di Telaga Winong di Kecamatan Saptosari dengan jumlah masyarakat yang terlibat sebanyak 3.000 orang, penyediaan air bersih di Desa Watugajah di Kecamatan Gedangsari dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 80 KK atau 250 orang. Model kerjasama seperti itu dapat dijadikan sebagai benchmark bagi kegiatan sejenis di tempat lain.

Di samping itu, penyediaan air bersih ini juga dipresentasikan dalam forum ilmiah seperti Singapore International Water Week (SIWW) tahun 2014 dan tahun 2018, simposium UOP-NTU NEWRI Environmental & Community Sustainability Symposium di Srilanka tahun 2017 dan Sustainable Water Management di Yogyakarta tahun 2019. Kegiatan tersebut mendapat bantuan dari NEWRI-NTU pada 2017 dan NEF Japan pada 2018.

#DiriUntukNegeri



Leave a Reply